CLOSE

Spesifikasi pada Headphone. Apakah Penting ?

Spesifikasi pada Earphone / Headphone
Apakah penting untuk dipertimbangkan

Masih bingung istilah istilah yang tertera pada kardus kemasan earphone / headphone? Apasih itu impedansi, sensitifity atau respon frekuensi? Apakah ada pengaruhnya terhadap suara? Mari kita bahas bersama.

1. Driver merupakan bagian didalam headphone yang mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara yang dapat kita dengarkan. Jenisnya bermacam macam mulai dari Dynamic Driver, Balanced Armature, Planar, Electrostatic ataupun Hybrid.


2. Impedance, adalah salah satu poin penting dari spesifikasi yang harus kamu perhatikan adalah impedance. Impedance seperti kita sudah ketahui merupakan hambatan arus listrik, dalam kaitannya dengan audio, impedance menggambarkan seberapa besar headphone kamu butuh power agar dapat didengarkan dengan volume yang wajar (30-70%).

Semakin besar nilai impedansinya (Ω) berarti headphone tersebut semakin haus power, yang berarti kamu kemungkinan besar membutuhkan amplifier.  Sebagai gambaran headphone dengan impedansi sampai 32 Ω bisa didrive oleh kebanyakan besar player portable, 33-100 Ω masih bisa didrive namun dapat lebih ditingkatkan performanya menggunakan ampli, diatas 100 Ω hampir dipastikan membutuhkan ampli untuk mengeluarkan performa terbaiknya.

Jika headphone berimpedansi besar sulit untuk didrive dan haus power, kenapa susah susah membuatnya? Jawabannya adalah headphone berimpedansi besar memiliki kemampuan reproduksi suara yang lebih akurat dengan konsekuensi harganya yang lebih mahal.


3. Sensitivity, merupakan istilah untuk menggambarkan seberapa efektif suatu headphone mengeluarkan suara dari sejumlah sinyal listrik yang diberikan. Yang berarti headphone dengan sensitifitas tinggi mengeluarkan suara yang lebih besar dibandingkan dengan sensitifitas rendah pada tingkat volume yang sama. Gambaran singkatnya headphone dengan sensitifitas 86dB dapat dikatakan rendah sedangkan diatas 110dB sudah termasuk tinggi.

Pada kasus sensitifitas, sulit mengatakan apakah sensitifitas berpengaruh banyak terhadap kualias suara karena setiap manufaktur menggunakan metode yang berbeda beda dan juga dikarenakan berbagai macam faktor seperti source, amplifier dan telinga manusia memiliki tingkat sensitif yang berbeda beda terhadap volume.

Sensitifitas juga erat kaitannya dengan SPL (Sound Pressure Level) yang dapat diartikan semakin besar volume headphone, semakin besar pula tekanan yang dirasakan oleh telinga kita.


4. THD (Total Harmonic Distortion). merupakan poin yang sebenarnya tidak perlu terlalu diperhatikan apabila kamu hendak membeli suatu headphone. THD merupakan perhitungan mengenai seberapa banyak sinyal audio berubah sejak masuk kedalam headphone dan keluar lewat driver dalam bentuk suara. Singkatnya THD merupakan distorsi yang tidak dingginkan, karena dapat menggangu kenikmatan suara musik kalian, semakin rendah nilai THD berarti semakin akurat suara dan baik kualitas suaranya. Namun headphone headphone sekarang kebanyakan sudah memiliki nilai THD yang sangat rendah berkisar dibawah 0,5% sehingga terkadang jarang manufaktur yang mencantumkan nilai THD produknya.


5. Frequency Response, merupakan poin yang bahkan lebih tidak penting dari nilai THD. Respon frekuensi merupakan rentang suara yang dapat dimainkan oleh sebuah headphone, seberapa rendah dan tinggi headphone tersebut dapat mengeluarkan suara. Frekuensi rendah seperti bass berada pada rentang 500Hz, sedangkan suara detail simbal berapa pada rentang 16-17kHz. Dan biasanya frekeunsi response suatu headphone tertulis seperti 10Hz – 32kHz.

Mengapa frekuensi respon jauh tidak lebih penting dibanding nilai THD? Karena telinga manusia secara biologi hanya mampi mendengar suara pada rentang 20Hz – 20kHz, sedangkan banyak manufaktor headphone yang mencamtumkan frequency response produknya lebih rendah dan lebih tinggi dari batasan telinga manusia tersebut. Katakanlah suatu headphone dengan frekuensi respon 10Hz – 42kHz secara teknis memang mampu menghasilkan suara pada rentang frekuensi tersebut, namun tetap akan terhalang kemampuan telinga manusia yang hanya mampu mendengar pada rentang 20Hz – 20kHz.


6. Isolation, menggambarkan kemampuan suatu headphone dalam meredam suara luar disekitar kalian. Jika suatu headphone memiliki keergonomisan yang baik sehingga pas digunakan, semakin baik headphone tersebut meredam suara sekitar. Perlu diperhatikan juga jenis headphonenya, karena headphone open back walaupun ergonomis tetap tidak dapat meredam suara sebaik heaphone close back.


7. Cancelation, istilah yang sering digunakan pada teknologi Noise-Canceling, yang menggunakan suatu sistem berupa mikrofon kecil yang menangkap suara luar dan menghilangkannya. Sistem Noise-Canceling ini biasanya menggunakan baterai untuk difungsikan dan memiliki biaya yang tidak murah.


-----------------------------------

Apakah semua itu penting?

Sebagian besar spesifikasi memang terlihat tidak penting, seperti yang sudah dijelaskan diatas. Namun ada beberapa spesifikasi yang harus kita baca agar tidak membeli buah dalam kaleng. Bagi kami spesifikasi yang terpenting adalah bentuk headphone beserta drivernya serta besaran impedansinya. Dua hal itu sudah cukup sebagai bahan pertimbangan dalam memilih suatu headphone.

Karena kembali lagi, suatu headphone sebaik apapun spesifikasinya tidak akan berarti apabila ternyata tidak cocok dengan karakter suara dan kenyamanannya. Jadi yang terpenting adalah mencobanya langsung atau minimal membaca review review dari para penggunanya.


Bagikan

Suka Artikel ini?

Bagikan ke Social Media